SULSELONLINE.COM — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros menggelar Lokakarya Literasi Digital di Creative Centre Perpustakaan Daerah Maros. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pengelola Perpustakaan Desa dan Perpustakaan Sekolah.
Ketua panitia, Irham Bijaksana, dalam laporannya menjelaskan bahwa tujuan utama lokakarya ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang literasi digital, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi secara bijak dan produktif.
Juga untuk mendorong transformasi layanan digital di Perpustakaan Desa dan Sekolah serta menginspirasi peserta untuk menjadi agen literasi digital di lingkungan masing-masing.
Untuk memperkaya materi, lokakarya ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Rusman dari PT Erlangga, Adil Achmad, pustakawan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), dan Nurul Fitrisari Ramadhan dari UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Pelaksanaan kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dari Perpustakaan Nasional.
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros, Dr. Fitri Adhicahya, dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi digital di era informasi yang cepat dan dinamis.
“Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini membawa dampak besar terhadap cara kita mengakses, menyimpan, dan menyebarkan informasi. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital menjadi suatu kebutuhan mutlak,” ujar Fitri.
Ia juga menambahkan bahwa literasi digital tidak hanya sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis dalam mengolah informasi, menjaga etika bermedia, serta memilah konten secara bijak dan bertanggung jawab.
“Sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan informasi dan pengetahuan, kami memandang penting adanya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Lokakarya ini adalah langkah konkret menuju tujuan tersebut,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Dr. Fitri berharap agar para peserta dapat memperoleh wawasan baru, meningkatkan keterampilan digital, serta menjadi agen literasi di lingkungan sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat secara umum.

Tinggalkan Balasan