SULSELONLINE.COM – Di balik karier gemilangnya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) pada 2010–2011, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Jusuf Manggabarani memiliki kisah cinta yang tak kalah menarik. Pertemuannya dengan sang istri, AKBP (Purn.) Sumiati A.M., berawal dari momen yang tak terduga dan pendekatan yang unik.
Pertemuan pertama mereka terjadi pada tahun 1977 di Karang Asem, saat keduanya melayat seorang anggota polisi yang meninggal dunia. Jusuf, yang saat itu baru berusia 24 tahun, melihat Sumiati yang hadir sebagai SPRI Kapolda. Alih-alih memperkenalkan diri dengan sopan, Jusuf justru menyapa dengan candaan, “Hai rambut jagung, kurang gizi,” .
Sumiati, seorang Polwan angkatan pertama tahun 1976, sempat heran dengan sikap Jusuf yang terkesan sok kenal. Namun, candaan tersebut menjadi awal dari kisah cinta mereka.
Tertarik pada Sumiati, Jusuf merancang strategi untuk bertemu kembali. Dengan bantuan rekan-rekannya, ia mengatur pertandingan voli, mengetahui bahwa Sumiati mahir dalam olahraga tersebut. Saat pertandingan berlangsung, Sumiati mulai curiga karena tim lawan adalah Tim Brimob yang dipimpin oleh Jusuf. Selama pertandingan, Sumiati kerap disoraki, terutama saat berhadapan langsung dengan Jusuf, dengan teriakan seperti “Cocok-cocok, pas-pas.”
Usai pertandingan, Jusuf menawarkan untuk mengantar Sumiati pulang. Meskipun Sumiati awalnya menolak dengan sopan, Jusuf tetap bersikeras dan akhirnya mengantarnya dengan motor besar yang telah disiapkan.
Hubungan mereka semakin dekat setelah kejadian tersebut. Pada kencan pertama mereka di bioskop, Sumiati ingin membeli cokelat Silver Queen. Namun, Jusuf dengan jujur mengatakan bahwa uangnya tidak cukup dan menyarankan membeli camilan yang lebih murah. Kejujuran dan kesederhanaan Jusuf membuat Sumiati terkesan dan mulai jatuh hati.
Karena tugas, Jusuf harus bertugas di Timor Timur dalam Operasi Wibawa, sementara Sumiati tetap di tempatnya. Mereka hanya berkomunikasi melalui surat selama berbulan-bulan. Hingga akhirnya, mereka bertemu kembali di pasar tradisional Bali dan memutuskan untuk menikah. Pernikahan mereka dikaruniai empat orang anak dan berlangsung harmonis hingga kini.
Menariknya, sepanjang pernikahan mereka, Jusuf tidak pernah mengucapkan kata “aku cinta padamu” kepada Sumiati. Sebaliknya, ia memanggil istrinya dengan sebutan mesra seperti “Mba Sum,” sementara Sumiati memanggil Jusuf dengan sebutan “bapak,” “bos,” atau “komandan.” Meskipun tanpa ungkapan verbal, cinta dan kasih sayang mereka terjalin erat melalui tindakan dan perhatian sehari-hari.(*)
Bikin Turnamen Voli, Cara Manggabarani Dekati Istrinya
Komjen Pol. (Purn.) Jusuf Manggabarani Meninggal Dunia, Dimakamkan di Makassar

Tinggalkan Balasan