SULSELONLINE.COM – Akademisi sekaligus aktivis hukum tata negara, Zainal Arifin Mochtar alias Uceng, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (15/1/2026).
Prosesi pengukuhan dihadiri sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang, mulai pejabat publik, akademisi, aktivis, hingga politisi. Tampak hadir Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Ketua KPK Abraham Samad, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Turut hadir pula mantan Rektor Universitas Negeri Makassar Prof Husain Syam dan mantan calon presiden Ganjar Pranowo. Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo merupakan alumni UGM.
Zainal Arifin Mochtar memiliki ikatan kuat dengan Sulawesi. Meski orang tuanya berasal dari Sulawesi Barat, ia tumbuh dan besar di Makassar. Hal tersebut turut menjelaskan kehadiran banyak tokoh asal Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dalam acara pengukuhan tersebut.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas pemikiran-pemikiran kritis yang selama ini disampaikan Prof Zainal, baik di ruang akademik maupun ruang publik. Menurutnya, kontribusi pemikiran tersebut penting bagi perbaikan kualitas demokrasi dan tata kelola negara.
“Pemikiran yang disampaikan sangat bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan untuk menempatkan demokrasi di jalur yang benar,” ujar Jusuf Kalla.
Prof Zainal Arifin Mochtar menegaskan bahwa kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Ia menilai masyarakat dan para wakil rakyat memiliki tanggung jawab untuk selalu mengedepankan kepentingan negara serta berani menyampaikan kritik secara konstruktif.
Zainal Arifin Mochtar lahir pada 8 Desember 1978. Ia merupakan dosen Fakultas Hukum UGM, Ketua Departemen Hukum Tata Negara FH UGM, serta Direktur Pusat Kajian Anti-Korupsi (Pukat) FH UGM. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Perpajakan Kementerian Keuangan RI.
Dikenal sebagai akademisi yang vokal mengkritik praktik korupsi dan oligarki, Zainal aktif dalam berbagai forum publik dan media massa. Ia pernah terlibat dalam Kelompok Kerja Reformasi Sektor Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk Mahfud MD, bersama Bivitri Susanti dan Feri Amsari. Ia juga kerap tampil sebagai narasumber di berbagai diskusi hukum serta acara televisi, termasuk Indonesia Lawyers Club, dan pernah menjadi moderator debat capres-cawapres pada Pemilu 2014.
Zainal menempuh pendidikan SMA di SMA Negeri 1 Makassar (1994–1997), meraih gelar Sarjana Hukum dari UGM (1997–2003), Master of Law dari Northwestern University (2004–2006), serta Doktor Ilmu Hukum dari UGM (2007–2012).(*)

Tinggalkan Balasan