MAKASSAR – Rumah Sakit Universitas Islam Negeri (RS UIN) Alauddin Makassar yang baru diresmikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, belum melayani pasien BPJS Kesehatan. Hal ini karena syarat utama kerja sama dengan BPJS adalah akreditasi rumah sakit.

Direktur RS UIN Alauddin Makassar, dr Purnamaniswaty Yunus, mengatakan pihaknya menargetkan akreditasi dapat diperoleh dalam waktu tiga bulan ke depan.

“Kami belum bekerja sama dengan BPJS karena akreditasi menjadi syarat utama. Target kami, dalam tiga bulan ini RS sudah terakreditasi,” ujarnya saat ditemui usai peresmian, Kamis (25/7/2025).

dr Purnamaniswaty menjelaskan, RS UIN memang dirancang untuk dapat bermitra dengan BPJS Kesehatan. Hal ini ditandai dengan penerapan konsep Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), sistem baru yang menggantikan kelas 1, 2, dan 3 dalam layanan BPJS.

Dari kapasitas maksimal 220 tempat tidur, saat ini RS baru menyediakan 110 tempat tidur aktif. Sebanyak 80 persen dari jumlah tersebut disiapkan untuk layanan KRIS.

“Sebagian besar kamar terdiri dari satu hingga empat tempat tidur. Dari total 110 tempat tidur yang tersedia saat ini, 80 persennya sudah sesuai standar KRIS,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pada 2025 ini, RS UIN akan fokus menyelesaikan layanan dasar, termasuk penyediaan alat kesehatan. Layanan prioritas mencakup kesehatan ibu dan anak, jantung, ortopedi, penyakit dalam, serta rehabilitasi medik.

“RS ini juga menghadirkan layanan unggulan Joint Hall Care Center (JHCC) untuk perawatan persendian serta dukungan kesehatan bagi jemaah haji dan umrah,” ungkap dr Purnamaniswaty.

Dari sisi SDM, RS UIN saat ini memiliki 16 dokter umum yang sebagian besar merupakan dosen Fakultas Kedokteran UIN Alauddin, serta 13 dokter spesialis dari berbagai bidang.

“Kami punya 16 dokter umum dari dosen dan alumni Fakultas Kedokteran UIN. Untuk dokter spesialis, sudah ada 13 orang, termasuk yang berstatus DPK (Dosen dengan Perjanjian Kerja),” tambahnya.

RS UIN Alauddin Makassar juga menyiapkan diri sebagai pusat layanan vaksinasi, termasuk vaksin meningitis untuk jemaah haji dan umrah, serta vaksinasi bagi pasangan yang hendak menikah.

“Akan ada layanan vaksin center di RS ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan RS UIN Alauddin Makassar pada Kamis, 24 Juli 2025. Peresmian ini menjadi penanda diaktifkannya kembali pembangunan rumah sakit yang sempat mangkrak selama beberapa tahun. (*)