MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros mulai menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark Maros–Pangkep yang akan berlangsung pada 2026.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan persiapan sudah dilakukan sejak awal, mulai dari perencanaan, koordinasi dengan berbagai lembaga, hingga penganggaran. Pemkab Maros telah menyiapkan anggaran Rp200 juta pada 2026 untuk mendukung kebutuhan revalidasi UNESCO.
Sejumlah pertemuan juga digelar bersama Bappeda Sulsel dan Badan Pengurus Geopark Maros–Pangkep untuk menyamakan rencana dan kebutuhan. Pada 3 Desember mendatang, akan ada pertemuan lanjutan di Bappenas yang diikuti perwakilan Maros dan Pangkep.
Selain koordinasi, Pemkab Maros juga telah memilih Ketua Forum Geopark sebagai upaya memperkuat kelembagaan. Sementara itu, Badan Pengurus Geopark Sulsel juga menyiapkan anggaran tersendiri dan diharapkan Kabupaten Pangkep ikut mendukung.
Salah satu fokus utama persiapan adalah perbaikan fasilitas, seperti papan informasi dan rambu penunjuk arah di geosite yang banyak rusak sejak penetapan UNESCO sebelumnya. Selain itu, peningkatan kualitas SDM juga dilakukan melalui berbagai pelatihan, termasuk sertifikasi pemandu wisata dan pelatihan pemandu gunung.
Kawasan arkeologi Leang-Leang menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus. Wamenparekraf, Ni Luh Enik Ermawati, telah meninjau langsung kondisi fasilitas dan koleksi arkeologi di kawasan tersebut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, badan pengelola, dan masyarakat untuk mempertahankan status UNESCO.
Ni Luh juga menekankan perlunya pelatihan bagi masyarakat sekitar agar mereka bisa terlibat aktif dalam pengelolaan geopark. Terkait pengajuan anggaran Rp29 miliar dari Pemkab Maros, Kemenparekraf masih menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran tahun depan.
Kadis Pariwisata Maros, Suwardi Sawedi, menyebut kunjungan Wamenparekraf memberi dorongan besar bagi daerah untuk semakin serius membenahi fasilitas dan meningkatkan peran masyarakat. Ia menilai sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting agar persiapan berjalan maksimal.
Menurut Suwardi, persiapan menghadapi revalidasi UNESCO harus dilakukan menyeluruh—mulai dari perbaikan fasilitas, peningkatan kapasitas pemandu, hingga promosi internasional. Ia berharap Maros–Pangkep dapat menunjukkan bahwa selain memiliki warisan dunia, daerah ini juga mampu mengelolanya secara profesional.(*)

Tinggalkan Balasan