MAKASSAR — Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kian dekat. Suasana menyambut libur panjang itu mulai terasa di Kota Makassar, salah satunya ditandai dengan munculnya pedagang kembang api di sejumlah ruas jalan.

Di sisi lain, Sulawesi Selatan tengah menghadapi puncak musim hujan. Dalam sepekan terakhir, hujan mengguyur Makassar hampir setiap hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan potensi curah hujan tinggi hingga akhir Desember 2025.

Menghadapi libur Nataru di tengah kondisi cuaca tersebut, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel menyatakan kesiapsiagaannya. Sebanyak enam Unit Pelaksana Tugas (UPT) yang tersebar di berbagai wilayah disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan infrastruktur, seiring meningkatnya pergerakan kendaraan.

Kepala Dinas BMBK Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan setiap UPT dilengkapi satu unit alat berat berupa ekskavator dan loader. Alat ini disiapkan untuk penanganan cepat jika terjadi longsor, banjir, atau kerusakan jalan.

“Di setiap UPT kami siapkan alat berat. Ada ekskavator dan loader di masing-masing wilayah. Total ada enam UPT yang siaga,” ujar Andi Ihsan saat dihubungi, Selasa (16/12/2025).

UPT I mencakup wilayah Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Palopo. UPT II melayani Sidrap, Enrekang, Tana Toraja, dan Toraja Utara. UPT III mencakup Pinrang, Parepare, Barru, dan Pangkep. UPT IV berada di Makassar, Maros, dan Gowa. UPT V meliputi Bone, Soppeng, dan Wajo. Sementara UPT VI mencakup Sinjai, Bulukumba, Selayar, dan Bantaeng.

Secara umum, wilayah utara Sulsel menjadi daerah yang paling rawan bencana, khususnya longsor. Kabupaten Luwu menjadi perhatian utama karena kerap mengalami kejadian serupa dalam waktu berdekatan.

“Di daerah Luwu, khususnya sekitar Palopo, longsor sering sekali terjadi. Kadang baru diperbaiki, beberapa hari kemudian longsor lagi. Itu yang menjadi perhatian utama kami,” katanya.

Kesiapsiagaan ini dilakukan seiring prediksi meningkatnya arus kendaraan dan penumpang selama libur Nataru. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulsel memproyeksikan keberangkatan penumpang naik 19 persen dibandingkan tahun lalu, atau mencapai 74.672 penumpang. Kedatangan penumpang juga diperkirakan meningkat 19 persen menjadi 74.152 penumpang.

Plt Kepala BPTD Sulsel, Andi Sanjaya, menyebutkan jumlah kendaraan keberangkatan diprediksi naik 12 persen menjadi sekitar 3.387 unit. Sementara kendaraan kedatangan diperkirakan meningkat 11 persen dengan total sekitar 3.370 unit.

Puncak pergerakan libur Natal diperkirakan terjadi pada 20–21 Desember serta 24–25 Desember 2025. Sementara lonjakan arus libur Tahun Baru diprediksi berlangsung pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, serta 3–4 Januari 2026.

Destinasi pergerakan didominasi daerah wisata dan jalur mudik, terutama ke wilayah utara Sulsel seperti Toraja, Sorowako, Palopo, Masamba, Malili, Mangkutana, Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara. Selain itu, arus penyeberangan menuju provinsi lain seperti Kendari, Palu, Poso, Pasangkayu, Majene, hingga Manado juga diperkirakan meningkat, baik melalui moda penyeberangan maupun transportasi darat.(*)