SULSELONLINE.COM — Bupati Maros, Chaidir Syam, meresmikan infrastruktur jalan beton di Dusun Kantisang, Desa Bantomanurung, Kecamatan Tompobulu, pada Minggu, 4 Januari 2026. Pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Berdasarkan rilis resmi Pemerintah Kabupaten Maros, jalan beton yang diresmikan di Dusun Kantisang memiliki panjang 2 kilometer dengan lebar 4 meter. Proyek ini dikerjakan menggunakan anggaran perubahan 2025 senilai Rp3 miliar. Meskipun jalur ini menghubungkan Desa Bantomanurung dengan Desa Bontosomba, masih diperlukan perbaikan sepanjang 2 kilometer tambahan agar kedua wilayah tersebut tersambung sepenuhnya.

Selain akses di Desa Bantomanurung, Pemkab Maros juga fokus pada pengembangan Jalan Tanete Bulu. Jalur ini direncanakan menjadi akses strategis yang menembus kawasan wisata Malino, Kabupaten Gowa. Saat ini, jalan tersebut telah rampung sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar 5,5 meter. Untuk mencapai area Hutan Pinus Malino, pemerintah daerah memetakan kebutuhan betonisasi lanjutan sepanjang 8 kilometer.

Infrastruktur lain yang turut diperkenalkan adalah jembatan penghubung antara Dusun Arra dan Dusun Damma di Desa Bontomanai. Jembatan sepanjang 100 meter dan lebar 6 meter ini telah dibangun secara bertahap sejak 2019 dengan total anggaran mencapai Rp8,2 miliar. Kehadirannya diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh antar-desa secara signifikan.

Selanjutnya, terdapat pembangunan jalan poros Dusun Damma–Tompobalang di Desa Bonto Matinggi yang menghubungkan wilayah Maros dengan Kabupaten Gowa. Jalur sepanjang 5 kilometer ini dibangun dengan lebar 5,5 meter melalui alokasi anggaran sebesar Rp20 miliar.

Dalam sambutannya, Bupati Chaidir Syam menegaskan bahwa pembangunan jalan dan jembatan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, infrastruktur yang memadai bukan sekadar mempermudah mobilitas, melainkan juga kunci utama dalam memperlancar distribusi hasil pertanian dan mendukung usaha masyarakat.

Chaidir juga menyoroti nilai strategis jalur tembus Malino yang diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata dan UMKM. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengupayakan kelanjutan pembangunan pada ruas jalan yang belum tersambung sepenuhnya dengan menyesuaikan kemampuan anggaran dan skala prioritas daerah.(*)