Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem yang berlaku hingga 15 Januari 2026. Fenomena ini dipicu oleh adanya konvergensi angin yang memanjang dari Selat Makassar hingga Laut Banda, sehingga meningkatkan kecepatan angin serta ketinggian ombak secara signifikan.

Prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Sulawesi Selatan terbagi menjadi dua kategori utama:

  • Gelombang 1,25 2,5 meter: Berpeluang terjadi di perairan Pinrang, Barru, Pangkep, Makassar, Maros, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai, Bone, dan Kepulauan Selayar.

  • Gelombang 2,5 4,0 meter: Berpotensi melanda perairan Kepulauan Takabonerate.

Keselamatan pelayaran kini menjadi perhatian utama mengingat risiko yang mengintai berbagai jenis armada. Perahu nelayan diimbau waspada jika angin mencapai 15 knot, kapal tongkang pada 16 knot, sementara kapal feri diminta tidak memaksakan pelayaran jika kecepatan angin menyentuh 21 knot dengan gelombang di atas 2,5 meter.

Potensi bencana hidrometeorologi juga membayangi wilayah daratan Sulsel periode 11–13 Januari 2026. Berdasarkan data Indonesia Flood & Landslide Early Warning System (InaFLEWS), status waspada banjir ditetapkan untuk wilayah Makassar, Gowa, Maros, dan Pangkep. Selain banjir, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang, banjir bandang, dan tanah longsor.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di lapangan terbuka atau area dengan pepohonan tinggi saat cuaca ekstrem berlangsung. BMKG juga mencatat beberapa daerah lain seperti Takalar, Barru, Jeneponto, Bulukumba, Selayar, hingga Luwu Utara masuk dalam daftar wilayah dengan status waspada cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.(*)