MAKASSAR — Anggota DPRD Makassar, Hartono, merespons positif rencana Perumda Parkir Makassar Raya yang akan mengelola parkiran di kawasan Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar.
Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai pengelolaan parkir sebaiknya dipusatkan di bawah Perumda Parkir guna menciptakan ketertiban dan mencegah praktik penarikan parkir yang tidak terkontrol.
“Perparkiran kita ini kan diharapkan memang seluruh perparkiran, selain yang memang menyediakan lahan parkir misalnya di mal-mal itu, kita berharap semua dikelola oleh Perumda Parkir,” ujarnya.
Hartono mengamati pengelolaan parkir di kawasan Pantai Losari selama ini belum berjalan optimal. Ia menyinggung adanya oknum yang melakukan penarikan parkir tanpa kejelasan kewenangan.
Menurutnya, apabila kawasan tersebut membutuhkan penataan yang lebih baik, maka kehadiran Perumda Parkir menjadi penting sebagai otoritas resmi.
“Nah, kalau pada akhirnya memang dianggap sebagai kawasan yang parkirannya membutuhkan kehadiran Perumda Parkir untuk menata, karena bagaimanapun memang penataan parkir di situ penting,” jelasnya.
Ia berharap, dengan pengelolaan resmi dan sistem terpusat, kondisi parkir di kawasan wisata andalan Makassar itu menjadi lebih tertib.
“Yang paling pertama adalah memastikan kemudian parkir tertata dengan baik, tidak lagi kesemrawutan parkir di sana. Dan kita harus pastikan bahwa tidak ada lagi oknum yang menarik parkir di sana selain Perumda Parkir,” tegasnya.
Hartono optimistis langkah tersebut akan meningkatkan kenyamanan pengunjung, menghadirkan keseragaman tarif, serta menghindari pungutan yang tidak jelas.
Sebelumnya, Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, menyampaikan bahwa perjanjian kerja sama pengelolaan parkir kawasan Losari telah dilakukan pada Jumat lalu.
Kerja sama tersebut menjadi dasar hukum bagi Perumda Parkir dalam melakukan penataan dan pengawasan parkir secara menyeluruh di kawasan yang dikenal sebagai ikon Makassar itu.
“Insyaallah kami dari Perumda Parkir akan bekerja keras, akan menjadikan Anjungan Pantai Losari sebagai ikon, sebagai Makassar Waterfront City, terkait dengan penataan perparkiran yang ada di sekitar sini,” ujar Adi.
Ia menegaskan, melalui sistem terpusat dan pengawasan ketat, praktik parkir liar maupun pungutan ilegal diharapkan dapat diakhiri sepenuhnya.
“Intinya kita akan bikin marka-marka perparkiran selama kita masuk sini, perparkiran akan lebih tertata. Nggak ada lagi preman-preman di sini,” tandasnya.
Dukungan DPRD dan langkah konkret Perumda Parkir ini diharapkan menjadi awal pembenahan tata kelola parkir di kawasan strategis Kota Makassar, sekaligus memperkuat citra Losari sebagai wajah kota yang tertib dan nyaman.(*)

Tinggalkan Balasan