Makassar – Peta dukungan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin mengerucut setelah Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia menerbitkan surat diskresi kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Sebelumnya, sebanyak 21 Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota telah menyerahkan surat rekomendasi dukungan kepada Munafri Arifuddin atau Appi. Namun, setelah keluarnya diskresi dari DPP Golkar, sebagian besar dukungan bergeser.
Hingga kini, komposisi dukungan yang terlihat di publik menunjukkan 9 DPD II tetap bertahan bersama Appi, sementara 13 DPD II memilih menghadiri konsolidasi IAS di kediamannya di Jalan Batu Putih, Makassar, Minggu (28/6/2026).
Pendukung Appi yang Bertahan :
- Gowa – Ambas Syam
- Makassar – Munafri Arifuddin (Appi)
- Takalar – Zulkarnain Arief
- Jeneponto – Ikhsan Iskandar
- Bantaeng – Liestiaty Nurdin Abdullah
- Kepulauan Selayar – M Basli Ali
- Pinrang – Usman Marham
- Luwu – Patahuddin
- Luwu Utara – Indah Putri Indriani
Kesembilan DPD II tersebut masing-masing memiliki satu suara pada Musda Golkar Sulsel.
Ketua DPD II Golkar Gowa, Ambas Syam, menegaskan dirinya tetap berada di barisan Appi dan memilih tidak menghadiri agenda silaturahmi IAS.
Menurutnya, apabila terdapat dua surat rekomendasi dari DPD II yang sama, maka rekomendasi tersebut akan diverifikasi oleh Steering Committee Musda sesuai Juklak Nomor 02 DPP Golkar Tahun 2025.
“Kalau dua-duanya menerbitkan rekomendasi, dianggap tidak sah. Nanti diperiksa oleh steering committee. Kami tetap mendukung Pak Appi,” tegas Ambas.
Sebanyak 12 DPD II menghadiri konsolidasi IAS :
- Soppeng – Andi Kaswadi Razak
- Luwu Timur – Aripin
- Palopo – Rahmat Masri Bandaso
- Barru – Rahman Pina (Plt)
- Tana Toraja – Victor Datuan Batara
- Sinjai – Andi Kartini Ottong
- Toraja Utara – Yohanis Bassang
- Pangkep – Andi Ilham Zainuddin
- Bone – Andi Fahsar Mahdin Padjalangi
- Bulukumba – diwakili Sekretaris DPD II Arkam Bohari
- Sidrap – diwakili Sekretaris DPD II Ahmad Shalihin Halim
- Parepare – diwakili Taufan Pawe
- Maros – diwakili Andi Patarai Amir
Ketua DPD II Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak, mengakui sebelumnya telah menyerahkan dukungan kepada Appi. Namun, setelah Ketua Umum Golkar menyerahkan diskresi secara langsung kepada IAS, ia menilai terdapat sinyal politik yang kuat dari DPP.
Kaswadi menyebut dinamika seperti itu merupakan hal yang lazim di internal Golkar dan keputusan yang diambil merupakan bentuk loyalitas terhadap partai.
IAS Klaim 15 Dukungan
IAS mengklaim telah memperoleh dukungan dari 15 pemilik suara, baik yang hadir langsung maupun yang menyampaikan dukungan meski berhalangan hadir.
Menurut IAS, konsolidasi dilakukan karena waktu menuju Musda sangat terbatas sehingga lebih efektif mengumpulkan para Ketua DPD II dalam satu forum daripada berkeliling ke 24 kabupaten/kota.
Selain Ketua DPD II, konsolidasi IAS juga dihadiri unsur organisasi pendiri dan organisasi sayap Partai Golkar seperti SOKSI, MKGR, MDI, AMPI, KPPG, HWK, dan AMPG.
Appi menjabat Ketua DPD II Golkar Makassar sejak 2021. Di bawah kepemimpinannya, Golkar berhasil meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2024 dan kembali memenangkan Pilkada Makassar 2024 setelah sekitar 15 tahun tidak memenangi kontestasi tersebut. Saat ini Appi juga menjabat Wali Kota Makassar periode 2025–2030.
IAS merupakan mantan Wali Kota Makassar dua periode (2004–2009 dan 2009–2014) serta pernah menjadi anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh di Golkar Sulsel dan pernah menerima berbagai penghargaan selama memimpin Makassar.
Namun, IAS juga pernah menjalani hukuman penjara selama empat tahun dalam perkara korupsi terkait kerja sama pengelolaan PDAM Makassar periode 2007–2013. Kini ia kembali maju setelah memperoleh surat diskresi dari Ketua Umum DPP Golkar sebagai syarat mengikuti bursa Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Peta Musda
Musda Golkar Sulsel memiliki 30 pemilik suara yang terdiri dari DPD II kabupaten/kota, DPD I, organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, serta organisasi sayap.
Berdasarkan dinamika yang berkembang, kubu Appi masih mempertahankan sembilan DPD II yang secara terbuka menyatakan loyalitas, sedangkan kubu IAS berhasil menarik sedikitnya 13 DPD II setelah keluarnya surat diskresi dari DPP Golkar. Peta dukungan tersebut masih berpotensi berubah hingga proses verifikasi rekomendasi dan pelaksanaan Musda.(*)

Tinggalkan Balasan