MAROS — Bupati Maros, Chaidir Syam, menyerahkan piagam penghargaan tingkat nasional dari Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Pusat dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) kepada GPMB Kabupaten Maros serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros.

Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di hadapan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros saat upacara bendera di halaman Kantor Bupati Maros, Senin (2/11/2026).

Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata GPMB Maros dan Dinas Perpustakaan dalam mengembangkan minat baca serta membangun budaya literasi di tengah masyarakat.

Ketua GPMB Maros, Bachtiar Adnan Kusuma, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros, Syamsuddin, menerima langsung penghargaan tersebut. Penyerahan dilakukan oleh Bupati Chaidir Syam dengan didampingi Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur dan Sekretaris Daerah Andi Davied Syamsuddin.

Usai penyerahan, Chaidir Syam menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, literasi dan budaya membaca merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat berpengetahuan.

“Pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang jalan raya atau gedung bertingkat, tetapi yang paling utama adalah membangun manusia melalui ilmu pengetahuan, literasi, dan budaya membaca yang kuat,” tegas Chaidir.

Ia berharap penghargaan tingkat nasional ini dapat menjadi pelecut semangat bagi para penggiat literasi untuk memperluas jangkauan gerakan minat baca hingga ke seluruh pelosok desa di Kabupaten Maros. Ia juga mengingatkan agar pencapaian ini tidak membuat semua pihak cepat berpuas diri.

Capaian nasional ini mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, komunitas penggiat literasi, tenaga pendidik, dan berbagai elemen masyarakat. Pemkab Maros berharap ekosistem literasi yang inklusif ini terus berkelanjutan guna mencetak generasi muda Maros yang berpengetahuan, berpikir kritis, dan berdaya saing di masa depan. (*)