SULSELONLINE.COM – PNS Pajak bernama Rafael Alun Trisambodo sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Ia jadi pusat perhatian publik Tanah Air setelah anaknya yang bernama Mario Dandy Satrio viral di media sosial karena perilaku negatif.
Nama Mario Dandy Satrio mencuat lantaran pamer harta dan diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang laki-laki berusia 17 tahun bernama David.
Korbannya yang hingga kini masih dirawat karena babak belur hingga mengalami koma di rumah sakit. Aksi penganiayaan dilakukan Mario ini bermula saat mantan pacar David berinisial A, mengadu ke Mario jika dirinya mendapat perlakuan kurang baik.
Setelah putus dari David, A memang kemudian menjalin kisah cinta dengan Mario. Setelah mendengar keluhan A, Mario pun naik pitam dan langsung mendatangi David yang saat itu sedang berada di rumah temannya di daerah Pesanggrahan. Kemudian, terjadi perdebatan yang berujung pada penganiayaan terhadap David.
Tindakan kekerasan ini semakin jadi sorotan publik lantaran Ayah pelaku Mario Dandy Satrio diketahui adalah Rafael Alun Trisambodo, yang merupakan pajabat di Kanwil DJP Jakarta.
Setelah kasusnya viral, gaya hidup mewah Mario juga jadi perhatian publik. Ia kerap mengunggah aktivitasnya di media sosial dengan menunggangi motor gede (moge) Harley Davidson hingga mobil Jeep Rubicon.
Mobil Jeep mewah yang harganya berkisar Rp 1,5 miliar tunggangan Mario itu juga belakangan diketahui menggunakan nomor pelat palsu. Pajak kendaraan juga belum dibayar.
Dikecam Sri Mulyani Akibat ulah anaknya yang kerap mempertontonkan gaya hidup glamor, sang bapak pun ikut kena getahnya.
Gaya hidup mewah anak pejabat Ditjen Pajak ini bahkan menjadi atensi khusus Sri Mulyani. Menurut Menkeu, gaya hidup hedon yang dipamerkan PNS DJP maupun keluarganya bisa menciptakan reputasi negatif terhadap upaya pemerintah yang terus berupaya menggenjot penerimaan pajak.
“Kemenkeu mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan oleh keluarga jajaran Kemenkeu yang menimbulkan erosi kepercayaan terhadap integritas Kemenkeu dan menciptakan reputasi negatif kepada seluruh jajaran Kemenkeu yang telah dan terus bekerja secara jujur, bersih, dan profesional,” ungkapnya dalam akun Instagram @smindrawati.(*)

Tinggalkan Balasan