Di Liga Champions misalnya. Meski sempat menelan dua kekalahan di fase grup, Madrid akhirnya tetap lolos ke 16 besar sebagai juara grup. Di fase gugur, El Real melenggang mulus sekalipun ditantang Atalanta dan Liverpool.
Namun di semifinal, Madrid tak berdaya menghadapi Chelsea. Taktik Zidane berhasil dijinakkan Thomas Tuchel dalam pertemuan dua leg. Madrid kalah agregat 1-3, dan kembali gigit jari.
Sementara di Liga Spanyol, Madrid sebetulnya terakhir kali menelan kekalahan pada Januari lalu. Sayangnya, tren positif mereka terbilang telat. Di awal musim, Madrid sempat terseok-seok karena hanya menang lima kali di 10 jornada pertama.
Akibatnya, mereka pun jadi kesulitan mengejar Atletico Madrid yang konstan menduduki urutan pertama klasemen sejak pekan ke-14. Meski Atletico juga sempat memasuki periode negatif, faktanya posisi mereka di puncak tak pernah tergeser.
Sekeras apapun Madrid berjuang hingga pekan terakhir, Luka Modric dkk akhirnya cuma bisa finis di urutan kedua dengan 84 poin, dua poin di bawah Atletico.
Kegagalan mempertahankan gelar LaLiga menjadi puncak pelengkap derita Madrid musim ini, yang untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, harus mengakhiri musim tanpa trofi.

Tinggalkan Balasan