SULSELONLINE.COM — Solihin Gautama Purwanegara atau Solihin GP meninggal dunia.
Beliau adalah Mantan Pangdam Hasanuddin, mantan Gubernur Jawa Barat periode 1970-1975 dan sejumlah jabatan mentereng lainnya.
Ia menghembuskan nafas terakhir dalam usia 97 tahun di Rumah Sakit Advent Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/3/2024) pagi.
Jenazah almarhum akan disemayamkan di Mako II Kodam III Siliwangi Jalan Sumbawa No 22 Bandung pada pukul 09:30 sampai 12:30 WIB.
Kemudian pada pukul 13.30 WIB, jenazah akan dimakamkan di TMP Cikutra Bandung.
Solihin GP mengawali karier militer pada masa revolusi sebagai Komandan Tentara Keamanan Rakyat Kabupaten Bogor, kemudian bergabung dengan Divisi Siliwangi.
Pada tahun 1064 Presiden Republik Indonesa (RI) Ir. Soekarno memerintahkan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hassanudin, Brigjen TNI Muhammad Jusuf, menumpas gerakan separatis Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi, yang dipimpin Abdul Kahar Muzakkar.
Bagi Jusuf, menjalankan perintah Soekarno bukan perkara mudah karena Kahar Muzakkar dan antek-anteknya selalu berpindah-pindah dan mahir menjalankan taktik perang gerilya di hutan-hutan Sulawesi.
Jusuf meminta dukungan kekuatan dari Komando Daerah Militer III/Siliwangi.
Menurut catatan yang dikutip VIVA Militer dari buku Jenderal M. Jusuf Panglima Para Prajurit, saat itu Jusuf mendapatkan bantuan pasukan dari dua Brigade Infanteri, plus Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 330/Tridharma, yang saat ini bernama Yonif Para Raider 330/Tridharma.
Sebagai pimpinan, Jusuf menunjuk Solihin yang saat itu masih berpangkat Kolonel Infanteri (TNI) sebagai Kepala Staf Operasi Kilat, dengan sandi Operasi Bharata Yudha.
Dimulai pada April 1964, operasi penumpasan gerakan separatis DI/TII berhasil dituntaskan pada 5 Februari 1965.
Setelah melakukan perburuan, Kahar Muzakkar akhirnya berhasil ditembak mati oleh Kopral Satu (Koptu) Sadeli, anggota Pleton I Kompi B Yonif Linud 330/Tridharma, yang dipimpin Solihin.(*)

Tinggalkan Balasan