SULSELONINE.COM  Masyarakat Maros yang mengeluhkan banyak jalan rusak harus bersyukur.

Anggaran tersebut untuk berbagai kegiatan penanganan jalan, meliputi rekonstruksi, pembangunan, pemeliharaan berkala, serta pemeliharaan rutin.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif Husnaeni, menjelaskan, perbaikan jalan merupakan salah satu prioritas utama dalam program penyelenggaraan jalan di Kabupaten Maros.

“Anggaran itu untuk menangani kondisi jalan yang rusak, baik yang rusak ringan maupun berat, di berbagai titik di wilayah Maros,” katanya, Minggu, 19 Januari 2025.

Berdasarkan data, saat ini terdapat sekitar 315,09 kilometer jalan di Kabupaten Maros yang mengalami kerusakan.

Alif menyebutkan, untuk menangani seluruh jalan yang rusak tersebut, dibutuhkan anggaran yang jauh lebih besar, diperkirakan sekitar Rp900 miliar.

Selain terbatasnya anggaran, Alif juga mengungkapkan ada beberapa tantangan lain dalam perbaikan jalan di Kabupaten Maros.

Salah satunya adalah kurangnya sistem drainase yang memadai di banyak ruas jalan, yang menyebabkan kerusakan akibat genangan air.

Selain itu, lebar jalan yang belum sesuai standar di sejumlah ruas serta terbatasnya lahan yang tersedia untuk pelebaran jalan juga menjadi kendala.

Lebih lanjut, kondisi medan jalan yang sulit, terutama di daerah pegunungan di Kecamatan Mallawa, Camba, Cenrana, dan Tompobulu, juga menambah kompleksitas pekerjaan perbaikan.

Di sisi lain, banyaknya kendaraan dengan tonase berlebihan melintasi jalan-jalan tersebut memperburuk keadaan jalan yang sudah rusak.(*)