SULSELONLINE.COM – Kabupaten Maros kembali meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025, meski predikatnya turun dari kategori Nindya tahun lalu menjadi Pratama.
Penghargaan KLA kategori Pratama juga diterima sejumlah daerah lain, di antaranya Kota Palangka Raya, Kabupaten Bulungan, Malinau, Boalemo, Gorontalo Utara, Pohuwato, Mamuju Tengah, Polewali Mandar, Bantaeng, Enrekang, dan Kepulauan Selayar.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan komitmen pemerintah daerah tetap kuat dalam memenuhi hak anak. “Pemenuhan fasilitas untuk anak akan terus kami perjuangkan,” ujarnya, Minggu (10/8/2025). Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang bekerja keras sehingga Maros tetap masuk daftar penerima penghargaan KLA.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil penilaian KLA tahun 2024 yang baru diumumkan pada 2025 setelah sempat tertunda. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator kelembagaan dan lima klaster utama: hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan anak, pendidikan, serta perlindungan khusus.
Sejumlah program menjadi penopang capaian ini, seperti pelibatan Forum Anak dalam Musrenbang Khusus Anak yang digelar setiap tahun, penanganan dan pendampingan kasus kekerasan anak melalui UPTD PPA Maros, serta program Zero ATS (nol anak tidak sekolah). DP3A bersama OPD terkait juga aktif memberikan layanan kesehatan melalui posyandu dan kunjungan rumah bagi balita.
Meski begitu, mempertahankan predikat KLA selama lima tahun berturut-turut diakui tidak mudah. Tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir masyarakat atau orang tua dalam memenuhi hak anak sesuai undang-undang. “Masih banyak pola asuh yang belum sesuai. Adaptasi terhadap perkembangan zaman juga penting, khususnya pemanfaatan digital secara bijak dan positif,” pungkas Zulkifli.(*)

Tinggalkan Balasan