SULSELONLINE.COM – Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Tim Penggerak PKK menggelar pemeriksaan Pap Smear dan IVA serentak dengan tema “Merdeka Kanker Leher Rahim” di RSUD Syekh Yusuf, Sabtu (23/8). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks.

Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawansyah, menegaskan bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling banyak menyerang perempuan. Namun, penyakit ini dapat dicegah dan diobati bila ditemukan sejak stadium awal. Melalui pemeriksaan Pap Smear, perubahan sel abnormal pada leher rahim dapat terdeteksi lebih cepat sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan.

“Pemeriksaan gratis ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan perempuan. Kami berharap semakin banyak perempuan sadar pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dengan pemeriksaan rutin,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, masyarakat—khususnya perempuan—diajak untuk memanfaatkan layanan gratis tersebut. “Ayo periksakan sejak awal, ajak keluarga dan teman untuk bersama-sama menjaga kesehatan,” imbau istri Wakil Bupati Gowa itu.

Sementara itu, dr. Isna Tirtawati dari Puskesmas Samata, Kecamatan Somba Opu, yang hadir sebagai pemateri, menekankan bahwa kanker masih menjadi ancaman serius bagi perempuan. Dua jenis kanker yang paling sering menyerang adalah kanker payudara dan kanker serviks. Keduanya menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita, dengan angka kasus yang terus meningkat setiap tahun.

Sebagai langkah pencegahan, ia mengingatkan pentingnya pemeriksaan dini. Untuk kanker payudara, deteksi bisa dilakukan melalui metode *SADARI* (Periksa Payudara Sendiri) setiap bulan, khususnya pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah hari pertama haid. Jika ditemukan benjolan, segera periksa ke tenaga medis meskipun tidak ada keluhan. Pemeriksaan payudara juga dianjurkan dilakukan minimal sekali setahun.

Adapun untuk kanker serviks, deteksi dini bisa dilakukan di puskesmas maupun rumah sakit, bahkan ketika tidak ada gejala. “Pemeriksaan dianjurkan bagi perempuan yang telah aktif secara seksual, minimal tiga tahun setelah menikah, atau mulai usia 30 tahun sesuai program pemerintah. Pemeriksaan ini bisa diakses secara gratis di puskesmas,” jelasnya.

Selain menghadirkan seluruh TP PKK dari 18 kecamatan secara daring, kegiatan ini juga diikuti Ketua Kartika Chandra Kirana Kodim 1409 Gowa beserta jajaran serta Ketua Bhayangkari Cabang Gowa bersama jajarannya.(*)