SULSELONLINE.COM – Peneliti bahasa Bugis, Douglas Laskowske atau yang lebih dikenal dengan nama Bugisnya, Andi Makkuraga, kembali menjadi sorotan. Pria kelahiran Makassar, 18 Januari 1989, ini menerjemahkan kitab Taurat ke dalam bahasa Bugis. Karyanya berjudul *Al Taurat dan Terjemahan Bahasa Bugis* kini beredar di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Andi Makkuraga telah menetap di Soppeng selama hampir satu dekade untuk meneliti bahasa dan budaya Bugis. Ia dikenal luas di kalangan masyarakat lokal karena kefasihannya berbahasa Bugis dan kecintaannya pada lagu-lagu daerah. Namun, pada September 2025, ia menuai kontroversi setelah karya terjemahan Tauratnya mulai beredar di masyarakat.

Douglas adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Thomas dan Kety Laskowske. Kakaknya lahir di Palu, Sulawesi Tengah, sedangkan adiknya juga lahir di Makassar. Ayahnya, Thomas Laskowske, pernah mengajar di Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) selama delapan tahun, sejak 1983 hingga 1991. Selain mengajar, Thomas juga meneliti bahasa Seko di Luwu Utara dan menerjemahkan Alkitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa Seko Padang.

Meski dikenal sebagai peneliti bahasa, latar belakang pendidikan Douglas cukup beragam. Ia menempuh studi sarjana di bidang komputer, kemudian melanjutkan pendidikan magister di jurusan bahasa di University of North Dakota, Amerika Serikat. Perpaduan dua disiplin ilmu itu ia manfaatkan dalam karyanya menyusun kamus digital berisi lebih dari 10.000 kosakata Bugis lengkap dengan terjemahan bahasa Indonesia dan Inggris. Kamus ini tersedia dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh di Google Play Store.

Nama Bugis “Andi Makkuraga” ia terima sebagai bentuk penghormatan dari tokoh masyarakat Soppeng atas dedikasinya dalam melestarikan bahasa Bugis.

Di sisi lain, penerbitan *Al Taurat dan Terjemahan Bahasa Bugis* memicu diskusi di kalangan masyarakat dan lembaga pemerintah daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng tahun 2024, sekitar 99,6 persen dari 240.478 penduduk Soppeng beragama Islam. Sebagian besar tinggal di Kecamatan Lalabata (49.454 jiwa), Lilirilau (38.946 jiwa), dan Marioriwawo (49.378 jiwa).

Sementara itu, penduduk beragama Kristen Protestan berjumlah sekitar 744 jiwa (0,31 persen), Katolik 106 jiwa (0,04 persen), Buddha 8 jiwa (0,00331 persen), dan Hindu 3 jiwa (0,00 persen). Dalam ajaran Islam, Taurat diyakini sebagai kitab suci yang diwahyukan Allah kepada Nabi Musa AS.

Menanggapi munculnya terjemahan Taurat ke bahasa Bugis, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Soppeng menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Soppeng pada Selasa (30/9/2025). Pertemuan tersebut membahas langkah antisipasi untuk menjaga kondusivitas dan meredam potensi gejolak di masyarakat.

Sebelum karya ini terbit, Andi Makkuraga kerap viral di media sosial karena kepiawaiannya berbahasa Bugis serta suaranya yang merdu saat menyanyikan lagu-lagu Bugis. Dengan tinggi badan mencapai dua meter, penampilannya yang mencolok kerap membuatnya mudah dikenali di berbagai kegiatan budaya di Sulawesi Selatan.

Kini, Andi Makkuraga kembali mencuri perhatian publik, bukan hanya karena kemahirannya dalam bahasa Bugis, tetapi juga karena keberaniannya menerjemahkan teks-teks suci ke dalam bahasa lokal, sebuah langkah yang memancing perdebatan sekaligus membuka ruang kajian baru dalam pelestarian bahasa daerah.(*)