MAROS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menyatakan kesiapan mendukung wacana pemberian subsidi program Teman Bus Mamminasata yang diusulkan Ketua DPRD Sulawesi Selatan. Namun, dukungan tersebut masih menunggu kepastian skema, petunjuk teknis, serta kemampuan fiskal daerah.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan pada prinsipnya Pemkab Maros mendukung setiap program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas.
“Insya Allah kita akan melihat bagaimana mekanisme dan prosedur bus tersebut. Kita akan mensupport program provinsi, apalagi untuk kepentingan masyarakat,” kata Chaidir Syam saat dikonfirmasi, Rabu, 8 Januari 2026.
Meski demikian, mantan Ketua DPRD Maros itu menegaskan bahwa dukungan tersebut harus disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta kondisi anggaran daerah.
Terkait kemungkinan pemberian subsidi, Chaidir menyebut pembahasan baru dapat dilakukan pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita akan bahas di perubahan anggaran kalau sudah ada arahan dan petunjuk teknisnya, karena APBD pokok sudah disahkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, hingga saat ini Pemkab Maros masih menunggu kepastian regulasi dan juknis dari Pemerintah Provinsi Sulsel sebelum mengambil langkah lanjutan. Meski begitu, secara prinsip pihaknya terbuka dan siap mendukung kebijakan tersebut.
“Intinya kita akan mensupport dan mendukung,” tegas Chaidir.
Chaidir juga menambahkan, skema subsidi nantinya harus mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
“Kita pasti melihat pendapatan. Semoga capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa maksimal, dan dana bagi hasil dari pemerintah pusat juga bisa bertambah,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, layanan transportasi umum di Sulawesi Selatan berhenti beroperasi sejak 1 Januari 2026. Salah satunya Teman Bus Mamminasata yang selama ini mendapat subsidi dari Kementerian Perhubungan, namun kini subsidi tersebut telah berakhir.
Padahal, salah satu koridor Teman Bus Mamminasata melayani rute strategis dari Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kabupaten Gowa menuju Kampus Unhas Tamalanrea, Kota Makassar.
Selain itu, dua koridor Bus Trans Sulsel juga harus ditender ulang karena masa kontraknya berakhir pada Desember 2025. Koridor 1 melayani rute Pelabuhan Galesong, Kabupaten Takalar, menuju Mall Panakkukang, Kota Makassar. Sementara Koridor 2 melayani rute Kampus Unhas Tamalanrea menuju Terminal Mandai, Kabupaten Maros.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat ini tengah menyiapkan skema baru pengoperasian Bus Trans Sulsel, meski diakui menghadapi keterbatasan anggaran untuk subsidi.
Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, mendorong kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di kawasan Mamminasata. Menurutnya, layanan transportasi umum membutuhkan kerja sama lintas daerah karena jalur operasionalnya melintasi beberapa wilayah administratif.
“Memang dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota, karena wilayah yang dilewati menyentuh beberapa daerah di Mamminasata, sehingga pelayanan transportasi umum bisa lebih maksimal,” ujar Andi Rachmatika Dewi, Rabu, 7 Januari 2026.
Perempuan yang akrab disapa Cicu itu mengungkapkan, subsidi Teman Bus yang sebelumnya bersumber dari APBN kini dialihkan ke APBD Sulsel. Pengalihan tersebut diterima Pemprov Sulsel meski di tengah keterbatasan fiskal.
“Untuk tahun 2026, di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah provinsi tetap memberikan porsi anggaran,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan pemerintah kabupaten/kota dapat menjadi solusi untuk meringankan beban subsidi, mengingat layanan bus tersebut juga melayani penumpang dari daerah penyangga Kota Makassar.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Sulsel, Setyawan, memastikan dokumen lelang pengoperasian Bus Trans Sulsel saat ini sedang disiapkan dan terus dikoordinasikan dengan Biro Pengadaan Barang dan Jasa.
“Sesegera mungkin kami akan mengoperasikan kembali Trans Sulsel,” kata Setyawan. (*)

Tinggalkan Balasan