SULSELONLINE.COM – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melaju dengan kecepatan mencengangkan. Teknologi ini tak lagi sekadar mampu mengobrol, tetapi sudah bisa memecahkan persoalan matematika rumit hingga merancang kode pemrograman kompleks.
Di tengah laju evolusi tersebut, CEO OpenAI, Sam Altman, melontarkan prediksi mengejutkan soal kemunculan Artificial General Intelligence (AGI) — tahap AI yang memiliki kecerdasan kognitif setara manusia secara umum.
AGI kerap disebut sebagai “cawan suci” industri teknologi. Berbeda dengan AI saat ini yang umumnya unggul dalam tugas spesifik seperti merangkum teks, menulis kode, atau membuat gambar, AGI dirancang sebagai mesin serbabisa dengan daya nalar setara otak manusia. Sistem ini diyakini mampu belajar mandiri, merencanakan, serta memecahkan persoalan baru lintas bidang tanpa perlu diprogram satu per satu.
Dalam forum diskusi di sela KTT India-AI Impact 2026, Altman menyatakan bahwa AGI sudah semakin dekat. “AGI terasa sudah cukup dekat pada titik ini,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube The Indian Express.
Altman menegaskan, pernyataannya bukan sekadar klaim kosong. Ia menyoroti lompatan pesat kemampuan model AI yang dikembangkan di internal OpenAI. Enam tahun lalu, gagasan tentang sistem yang mampu melakukan riset ilmiah mandiri, menulis program kompleks, hingga bekerja layaknya dokter, pengacara, atau ilmuwan mungkin terdengar mustahil. Namun kini, kemampuan yang dulu dianggap khayalan itu mulai menunjukkan wujudnya.
Menurut Altman, jika melihat akselerasi teknologi di perusahaannya, kehadiran AGI tinggal selangkah lagi. Ia bahkan memprediksi fase “takeoff” atau titik lepas landas AI akan berlangsung jauh lebih cepat dari perkiraan awal.
Tak hanya AGI, Altman juga menyinggung level tertinggi AI yang dikenal sebagai Artificial Superintelligence (ASI). Jika AGI setara manusia, ASI digambarkan sebagai kecerdasan yang melampaui gabungan para jenius terbaik dunia di hampir semua disiplin ilmu.
Dengan asumsi fase percepatan terjadi lebih cepat, Altman menilai kemunculan superintelijen juga tidak akan terpaut jauh dari kehadiran AGI. “Mengingat apa yang sekarang saya perkirakan sebagai fase takeoff yang lebih cepat, saya rasa superintelijen tidak terlalu jauh,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan