SULSELONLINE.COM  — Peluang kerja sama internasional di sektor kepelabuhanan dan kawasan industri kian terbuka di Makassar, Sulawesi Selatan. Hal ini menyusul kunjungan tim Abu Dhabi Ports Group ke Makassar New Port, Selasa (21/4/2026).

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama pengembangan pelabuhan dan kawasan industri di Indonesia Timur. Turut hadir dalam rombongan, Business Development International Office ADPG Ghazi Masmoudi dan Huang Peng, serta Business Development Indonesia Vasco Mario Namara.

Rombongan diterima langsung oleh Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, bersama jajaran manajemen wilayah kerja Makassar. Hadir pula Direktur Utama PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), Alif Abadi.

Agenda diawali dengan diskusi strategis di Kantor Makassar New Port yang membahas potensi pengembangan logistik, konektivitas pelabuhan, hingga peluang investasi di kawasan Indonesia Timur.

Ghazi Masmoudi menyebut, kunjungan ini merupakan tahap awal untuk memahami potensi Makassar sebagai hub logistik strategis.

“Makassar memiliki posisi yang sangat strategis dalam jaringan logistik regional. Infrastruktur pelabuhan modern serta dukungan kawasan industri menjadi faktor penting dalam mendorong efisiensi rantai pasok dan membuka peluang kerja sama ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Alif Abadi menegaskan pentingnya sinergi antara pelabuhan dan kawasan industri dalam meningkatkan daya saing nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia.

“Kolaborasi ini akan menciptakan ekosistem logistik yang terintegrasi. Dengan dukungan Makassar New Port, kami optimistis kawasan industri di Makassar semakin kompetitif dan mampu menarik minat investor global,” katanya.

Di sisi lain, Abdul Azis menjelaskan bahwa Makassar New Port merupakan pelabuhan modern yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional di Indonesia Timur.

Menurutnya, kunjungan Abu Dhabi Ports Group menjadi sinyal positif atas kepercayaan investor terhadap kesiapan infrastruktur kepelabuhanan di Makassar.

“Ini bagian dari upaya membuka peluang kerja sama internasional sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai hub logistik regional,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan pelabuhan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas, tetapi juga pada efisiensi layanan dan integrasi dengan kawasan industri.

Setelah diskusi, rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke Terminal Petikemas New Makassar 1 untuk melihat langsung operasional serta fasilitas penunjang yang telah beroperasi. (*)