SULSELONLINE.COM – Seorang warga Maros tewas tertimpa tembok Kantor Lurah Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, yang roboh Rabu (19/7/2023) malam.

Jenzah korban kini masih dalam proses identifikasi atau inafis di RS dr La Palaloi Maros, kata Lurah Bontoa, Ilham Halimsyah, mengatakan kejadian tersebut terjadi sekira pukul 23.00 Wita.

Inafis merupakan singkatan dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System. Inafis adalah pelaksana teknis di bidang identifikasi yang berada di bawah Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Polri.

“Namun baru diketahui warga pada pagi hari,” katanya, Kamis (20/7/2023), kata Ilham.

Reruntuhan tembok tersebut menutup akses jalan warga.

Selain itu, seorang lelaki tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan.

Bontoa adalah nama sebuah kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

Kelurahan Bontoa berstatus sebagai kelurahan definitif dan tergolong pula sebagai kelurahan swasembada.

Kelurahan Bontoa memiliki luas wilayah 4,38 km⊃2; dan jumlah penduduk sebanyak 13.950 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 3.184,93 jiwa/km⊃2; pada tahun 2017.

Kelurahan ini terkenal dengan adanya Grand Mall Maros yang merupakan mal terbesar di Kabupaten Maros.

Selain itu, kelurahan ini juga dikenal sebagai pusat oleh-oleh khas Sulawesi Selatan. Kelurahan ini mudah diakses karena dilintasi oleh Jalan Raya Trans-Sulawesi.(*)