SULSELONLINE.COM – Presiden Prabowo Subianto melantik Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Pelantikan tersebut menandai berakhirnya kiprah Adies di dunia politik dan dimulainya peran baru di lembaga yudikatif.

Adies Kadir merupakan pria bersuku Bugis yang lahir pada 17 Oktober 1968. Keluarganya berdomisili di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia merupakan putra dari Abdul Kadir Mappong, mantan Ketua Pengadilan di Kabupaten Kapuas yang kemudian menjabat Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Abdul Kadir Mappong diangkat sebagai anggota Mahkamah Agung pada tahun 2000 dan pensiun pada 2013.

Usai dilantik, Adies menegaskan komitmennya menjaga integritas dan independensi sebagai hakim konstitusi. Ia menyatakan tidak akan terlibat dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan Partai Golkar, partai tempat ia lama berkiprah, guna menghindari konflik kepentingan.

“Kalau di Mahkamah Konstitusi itu ada aturan-aturan. Jika dianggap ada conflict of interest, hakim akan mengundurkan diri dari panel atau majelis. Saya juga akan mengambil langkah tersebut apabila ada perkara terkait Partai Golkar,” kata Adies di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis sore.

Adies menekankan bahwa MK memiliki mandat undang-undang yang jelas dalam menjalankan fungsi yudisial. Ia berjanji akan menjalankan amanah tersebut secara profesional dengan mematuhi seluruh prosedur dan aturan yang berlaku bagi hakim konstitusi.

Menanggapi kritik terhadap proses pemilihannya di Komisi III DPR RI, Adies enggan berkomentar panjang. Ia menegaskan seluruh tahapan telah dijalani sesuai ketentuan hukum, termasuk mengikuti fit and proper test yang diselenggarakan DPR.

Adies mengawali pendidikan formalnya di SD Negeri VII Selat Hilir pada 1974–1981, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Samarinda dan lulus pada 1984. Ia menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Kupang dan lulus pada 1987.

Ia meraih gelar sarjana teknik sipil dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya pada 1993. Setelah itu, Adies berkarier di sejumlah perusahaan swasta, mulai dari manajer lapang hingga direktur utama. Di tengah aktivitas profesionalnya, ia kembali menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Merdeka Surabaya dan lulus pada 2003, kemudian melanjutkan magister hukum di Universitas Merdeka Malang dan lulus pada 2007. Pada 2017, ia meraih gelar doktor hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Di dunia politik, Adies dikenal sebagai kader senior Partai Golkar. Ia pernah menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Kota Surabaya, Ketua Bidang Hukum DPP Partai Golkar, hingga Wakil Ketua Umum Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Karier legislatifnya dimulai sebagai anggota DPRD Kota Surabaya periode 2009–2014. Ia kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur I pada Pemilu 2014, 2019, dan 2024. Pada periode terakhir, Adies menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan, setelah sebelumnya menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Dengan pelantikan ini, Adies Kadir resmi meninggalkan jabatan politiknya dan mengemban amanah sebagai hakim konstitusi untuk mengawal konstitusi dan demokrasi Indonesia.(*)