GOWA – Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menegaskan kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.
Hal itu disampaikan Darmawangsyah saat membuka Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Gowa di Rumah Sekolah Cendekia, Kompleks Aroepala Residence, Jalan Bontotangnga, Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berperan penting dalam mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas pendidikan. Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam melahirkan generasi yang mampu membawa Kabupaten Gowa semakin maju,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Darmawangsyah mengatakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mencerminkan kualitas hidup masyarakat melalui aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.
Ia bersyukur capaian IPM Kabupaten Gowa terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun sebagai hasil kolaborasi pemerintah, tenaga pendidik, dan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, Temu Pendidik Nusantara menjadi wadah strategis bagi para guru untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah.
“Melalui forum seperti ini diharapkan lahir berbagai inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN), Ari Wibowo Shinoda, mengatakan Temu Pendidik Nusantara bukan sekadar ajang berkumpulnya para guru, melainkan ruang kolaborasi untuk berbagi praktik baik dan mencari solusi atas berbagai tantangan pendidikan.
Menurut Ari, perubahan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara guru, sekolah, pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami percaya perubahan pendidikan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi. Temu Pendidik Nusantara menjadi ruang untuk saling menguatkan dan menghadirkan praktik pembelajaran yang berdampak bagi peserta didik,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini Komunitas Guru Belajar Nusantara telah tersebar di 20 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Jaringan tersebut diharapkan dapat mempercepat penyebaran inovasi pembelajaran dan memperkuat budaya belajar antarguru.
Pada kesempatan itu, Ari juga menyampaikan orasi pendidikan yang mengajak para pendidik untuk terus menjadi pembelajar sepanjang hayat, memperkuat budaya kolaborasi, serta menghadirkan pembelajaran yang berpihak kepada murid sebagai fondasi mencetak generasi Indonesia yang unggul.

Tinggalkan Balasan