SULSELONLINE.COM – Thailand kini menjadi salah satu negara di Asia dengan lonjakan kasus COVID-19 tertinggi. Setiap harinya, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit mencapai belasan ribu, bahkan totalnya sudah lebih dari 240 ribu kasus sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 masih menjadi ancaman nyata, meskipun telah berstatus endemik.
Mengutip laporan The Nation, dalam unggahan di Facebook, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Chulalongkorn, Assoc. Prof. Dr. Thira Woratanarat, mengungkapkan bahwa 170 ribu pasien telah dirawat di rumah sakit akibat COVID-19 dalam satu bulan terakhir. Dalam periode yang sama, 37 orang meninggal dunia karena infeksi ini — jauh lebih tinggi dibanding kematian akibat influenza yang hanya satu kasus.
Pada periode 18–24 Mei 2025, COVID-19 tercatat sebagai penyebab penyakit dan kematian tertinggi di Thailand.
Menurut Dr. Thira, jika dibandingkan penyakit lain:
- Jumlah kasus COVID-19 5 kali lebih banyak dari diare,
- 10 kali lebih banyak dari influenza, dan
- 30 kali lebih banyak dari keracunan makanan.
Dr. Thira memperingatkan publik agar tidak menganggap enteng COVID-19, meskipun statusnya kini endemik. Virus ini tidak bisa disamakan dengan flu biasa, sebab gejalanya lebih berat dan risiko komplikasi tetap tinggi, terutama bagi kelompok rentan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini tengah memantau dua varian baru SARS-CoV-2:
- LP.8.1, yang kini menyumbang sekitar 39% kasus di 51 negara.
- NB.1.8.1, varian yang lebih menular dan kini menyumbang 10,7% kasus di 22 negara. Varian ini diklasifikasikan sebagai variant under monitoring (VUM) karena memiliki kemampuan 1,5–1,6 kali lebih besar dalam menghindari kekebalan tubuh, baik dari vaksinasi maupun infeksi sebelumnya.
Akibat lonjakan kasus yang tinggi hingga mencapai 18.000 pasien per hari, beberapa sekolah di Thailand mengambil langkah pencegahan. Salah satunya adalah Sekolah Bangkaew di Provinsi Samut Prakan, yang menghentikan kegiatan belajar mengajar pada 4–6 Juni 2025.
Selama masa penutupan, siswa diminta untuk menyelesaikan tugas dari rumah, dan pembelajaran akan kembali normal pada 9 Juni 2025. Pihak sekolah juga mengimbau seluruh staf, guru, dan siswa untuk menjaga protokol kesehatan dan menghindari keramaian.
Pemerintah Thailand juga mendesak orang tua agar tidak membawa bayi di bawah usia satu tahun ke tempat umum, mengingat sistem kekebalan mereka yang masih berkembang membuat mereka rentan terhadap gejala berat akibat COVID-19.
COVID-19 di Negara Lain
Thailand bukan satu-satunya negara yang mengalami peningkatan kasus. Berikut beberapa negara dengan tren serupa:
- India: Dalam dua minggu terakhir, kasus harian kembali naik, dengan rata-rata 5.000–7.000 kasus per hari, dipicu varian lokal sublineage dari Omicron.
- Jepang: Lonjakan kasus mulai terlihat sejak April 2025, dengan rata-rata 12.000 kasus per hari, memicu kekhawatiran menjelang musim panas.
- Amerika Serikat: Varian NB.1.8.1 mulai dominan di beberapa negara bagian. CDC mencatat kenaikan rawat inap sebesar 15% dalam tiga pekan terakhir.
- Korea Selatan: Meski tingkat vaksinasi tinggi, jumlah pasien rawat inap meningkat 2 kali lipat dalam sebulan, mendorong rumah sakit meningkatkan kapasitas ICU.

Tinggalkan Balasan