SULSELONLINE.COM – Universitas Hasanuddin (Unhas) membeberkan komponen penilaian yang menentukan kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Pihak kampus menegaskan, tidak ada komponen penilaian khusus yang diterapkan Unhas dalam jalur tersebut.
Sebelumnya, Unhas sempat membatalkan kelulusan empat peserta SNBP 2025 yang terbukti melakukan kecurangan. Keempat peserta tersebut berasal dari empat sekolah berbeda dan diketahui memoles nilai rapor agar lolos seleksi.
Kecurangan itu terungkap setelah para peserta melakukan registrasi ulang. Dalam proses verifikasi, pihak kampus menemukan ketidaksesuaian antara nilai rapor yang dilaporkan dengan data nilai yang tercatat dalam buku induk sekolah.
“Nah, di situ kami menemukan ada empat siswa dari empat sekolah yang terbukti melakukan perubahan data,” ujar Kepala Bagian Humas Unhas, Ishaq Rahman.
Sebagai sanksi, Unhas membatalkan kelulusan keempat siswa tersebut. Selain itu, sekolah asal peserta yang terlibat kecurangan juga dikenai sanksi berupa pemblokiran (blacklist) untuk mengikuti SNBP pada tahun berikutnya.
Terkait penilaian SNBP, Ishaq menegaskan bahwa Unhas tidak menerapkan kriteria khusus yang berbeda dengan perguruan tinggi negeri lainnya. Penilaian tetap mengacu pada nilai rapor serta dua mata pelajaran pendukung sesuai ketentuan SNBP.
“Tidak ada perlakuan spesifik. Kami melihat kesesuaian antara daya tampung, jumlah peminat, serta nilai para pendaftar,” kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas tersebut.
Pada SNBP tahun ini, Unhas juga mendorong sekolah-sekolah untuk menggunakan sistem E-Rapor. Menurut Ishaq, penggunaan E-Rapor dinilai lebih aman karena nilai tidak diinput secara manual, melainkan langsung ditarik dari sistem.
“Kalau menggunakan E-Rapor, nilai sudah tersimpan sejak semester pertama. Dari pengalaman kami, penggunaan sistem ini efektif mencegah kecurangan karena datanya tidak bisa diubah,” tuturnya mengutip detik.com.(*)

Tinggalkan Balasan