SULSELONLINE.COM – Warga dapat melakukan skrining kesehatan gratis yang menjadi salah satu program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Masih menurut Budi Gunadi Sadikin, skrining ini diarahkan untuk mencegah penyakit-penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia yakni stroke dan penyakit jantung.
“Nah ini yang kita mau kejar duluan sebenarnya. Tidak se-sophisticated atau se-canggih yang dibayangkan untuk elit, golongan menengah. Nah ini benar-benar skrining untuk ratusan juta rakyat Indonesia yang selama ini enggak pernah di-skrining,” papar Menkes, Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Skrining akan dilaksanakan di 10 ribu puskesmas dan kemungkinan juga memanfaatkan sekitar 15 ribu-20 ribu klinik swasta guna menjangkau sebanyak sekitar 280 juta penduduk.
“Skrining ulang tahun ini dilakukan untuk kelompok balita, kelompok dewasa, dan kelompok lansia. Supaya juga enggak terlalu penuh puskesmas. Sedangkan kelompok anak-anak, jadi usia sekolah sampai 18, itu nanti akan dilakukan skrining di sekolah. Bukan saat ulang tahun, tapi pada saat pas masuk sekolah,” katanya.
Dia menambahkan jenis skrining yang diberikan tergantung kelompok usia, misalnya skrining kanker untuk lansia dan skrining penyakit kongenital untuk balita.
“Karena ini kan banyak sekali, masif ratusan juta. Nah untuk itu yang keempat, saya pesan ini sama seperti COVID, nanti akan sangat menggunakan sistem digital,” paparnya.
Usai skrining, hasil akan dikirimkan melalui WhatsApp (WA), seperti saat tes PCR COVID-19. Oleh karena itu pihaknya akan mempromosikan SatuSehat mulai minggu ini.
Dalam kuesioner yang nanti disajikan platform itu, kata Menkes, juga akan ada pertanyaan seputar kesehatan jiwa.
“Skrining jiwa itu sekarang kita under-screen. Jadi orang merasa sehat jiwanya padahal enggak,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.(*)

Tinggalkan Balasan