MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat 14,14% remaja usia 15–24 tahun di Sulsel sudah mulai merokok. Jumlah itu setara ratusan remaja. Kelompok usia dengan perokok terbanyak berada pada rentang 35–44 tahun dengan persentase 31,76%.
Data 2023 menunjukkan pola konsumsi rokok terus meningkat pada usia produktif:
* Usia 25–34 tahun: 28,73%
* Usia 35–44 tahun: 31,76%
* Usia 45–54 tahun: 28,46%
* Usia 55–64 tahun: 23,40%
* Usia 65 tahun ke atas: 15,57%
BPS Sulsel mengingatkan bahwa merokok di usia muda berdampak serius pada kesehatan. Nikotin dapat merusak paru-paru, jantung, dan mengganggu perkembangan otak remaja. Kebiasaan ini juga bisa menurunkan konsentrasi dan prestasi belajar.
Di akun Instagram resminya, BPS Sulsel juga menekankan bahwa berhenti merokok tetap mungkin dilakukan meski sulit. Rata-rata perokok membutuhkan beberapa percobaan sebelum berhasil berhenti.
BPS mencatat satu dari lima penduduk Sulsel merokok setiap hari. Persentase perokok di desa (24,32%) lebih tinggi dibanding di kota (19,73%).
Tiga daerah dengan perokok harian tertinggi:
1. Bantaeng: 29,59%
2. Luwu Timur: 28,84%
3. Enrekang: 26,86%
Dari 10 komponen pengeluaran konsumsi penduduk Sulsel, rokok menempati posisi ketiga pada Maret 2025. Rata-rata pengeluaran untuk rokok sebesar Rp79.276 per kapita per bulan, lebih besar dibanding pengeluaran untuk daging, sayur, buah, telur, atau susu.
Daftar pengeluaran per kapita per bulan:
* Makanan dan minuman jadi: Rp186.432
* Padi-padian: Rp90.087
* Rokok: Rp79.276
* Ikan/udang/cumi/kerang: Rp78.276
* Sayur-sayuran: Rp44.211
* Buah-buahan: Rp43.893
* Telur dan susu: Rp35.477
* Daging: Rp25.413
* Bahan minuman: Rp19.557
Data BPS menunjukkan pengeluaran untuk rokok di keluarga miskin jauh lebih tinggi dibanding rata-rata penduduk. Pada 2024, pengeluaran rokok di rumah tangga miskin mencapai 14,25% di perkotaan dan 13,13% di pedesaan—dua kali lipat dari rata-rata pengeluaran umum.
WHO pada 2021 juga mencatat konsumsi tembakau berkontribusi pada kemiskinan karena mengalihkan anggaran rumah tangga dari kebutuhan dasar ke pembelian rokok.(*)

Tinggalkan Balasan